Minggu, 02 Maret 2014

Cerita Bireuen#1

Aarrrgghhttt.. ini bukan untuk pertama kali nyaa aku menyukai seseorang. Tapi, aku rasa ini untuk terakhir kali nya aku menyukai seseorang.
Tak ada sedikit pun yang dapat menebak rahasia Allah. Dari yang tidak mungkin menjadi nyata terjadi. Cerita ini nyata, bahkan baru saja terjadi akhir january lalu.
Tepat pekan terakhir bulan january, aku dapat tugas untuk memberikan uang transportasi kepada teman wartawan yang hendak berangkat meliput ke Bireuen.

Malam itu, aku mengirim pesan kepada salah satu teman. Darashynny namanya, aku menyuruhnya utk dtg ke kantor besok pagi pagi sekali untuk mengambil dana untuk transportasi. Ternyata ia menolak, dgn alasan besok dia dan teman lelaki kami akan berangkat selesai shubuh. Aku pun, mengambil keputusan untuk mengantar uang itu pada malam itu juga. Kami, bertemu di depan indomaret batoh.
Setelah beberapa menit sampai disana, temanku yang setahun lebih tua diatasku ini pun datang. Awalnya, aku hanya ingin memberinya uang saja. Tapi, ternyata kakak itu bercerita kepadaku mengenai pelatihan yg akan ia ikuti disana.

Pelatihan jurnalistik, dengan pemateri di datangkan langsung dari MNC TV Jakarta. Aku mulai tergiur, "wiih, keren kali kak acaranya tu," seru ku dengan semangat.
Dia mengiyakan perkataanku, "keren lah, makanya kk mau ikut. Ra ikut ajalah dek, "
Kuliahku sedang minggu tenang menjelang final, utk 2-3 hari aku bisa melarikan diri dari kota ini. Selain terguggah dengan workshopnya, aku kasihan melihat temanku ini pergi dengan teman laki laki kami. Dia merasa risih.

"Oke aku ikut. Tapi kita naik apa y kak? Apa ada mobil angkutan umum yang berangkat shubuh?"Gadis itu tertawa mendengar pertanyaanku, "kita berangkat naik ini," tanpa ragu ia menujuk kearah motor tempat ia duduk.
Aku tercengang. Jujur ini kali pertamanya, ada yang mengajak aku bepergian jauh naik motor. Aku orangnya sangat mudah masuk angin, mudah pusing karena pakai helm dalam waktu yang lama. Dan bla bla blaa..

"Gilaaa.. gak di kasih aku kak, sama ayah aku, gak pernah aku pergi ke bireuen naek motor," ujar aku setengah mengebu gebu.
Dengan santai, gadis di hadapanku itu menjawab. "Seru naek motor loh ra, masalah di kasih atau gak. Coba aja di mintak dulu,"

Aku kembali memutar kepala, iya juga apa salahnya aku minta dulu sama ayah. Lagi pula gak ada salahnya kalau sesekali aku adventure, merasakan keindahan Aceh naik motor. Walaupun beresiko.
"Nie, hubungi ayah pake no aku. Ada paketnya nie," lanjut kak dara.
Dengan penuh keraguan, aku tekan lengkap no ayah. Telepon pun tersambung,  " pa, dara ke Bireuen besok pagi boleh? Tapi perginya naek motor, boleh pa?"

"Ada acara apa? Sama siapa perginya? Berapa hari?" Tanya ayah
"Pelatihan jurnalistik, sama kak dara. Selasa pagi dara pulang, " lanjutku.
Tanpa harus aku paksa, ayah langsung mengizinkanku untuk pergi. Jujur aku sangat shock. Biasanya ayah hanya mengizinkanku mengendarai motor sampai ke Seulimum. Tapi, nyatanya sekarang sampai ke Bireuen pun boleh.
Aku mengiyakan ajakan kak darashynny. Dia begitu senang dan berterimakasih. Aku pun pulang, dengan rasa yang campur aduk bahagianya. Bisa mendadak liburan. Yeah..

To be continued

1 komentar:

  1. biar lebih asik coba sebelum diposting diblog, dara perbaiki skema tulisannya. pakai bahasa indonesia biar teman2 dari luar daerah aceh juga ga bingung membacanya

    BalasHapus